
Bukan modal yang menentukkan kesuksessan, tapi tekad, kreatifitas, dan keuletan
Masril Koto
Social Entrepreneur from West Sumatera
Hari kedua LCC AIESEC UNAND di UPTD Balai diklat koperasi Sumatera Barat, dibuka dengan sebuah sesi yang sangat inspiring, motivating dan learning bagi para newee yang menjadi delegates pada confrences kali ini. Sesi tersebut menghadirkan Masrial Koto atau akrab di panggil Da Mai sebagai salah satu tokoh nasional, social entreprenuer yang berasal dari Sumatera Barat.
Da Mai sendiri bukanlah lulusan terbaik universitas terbaik di negeri ini, namun beliau telah memberikan bakti terbaiknya untuk negeri ini. Da Mai sendiri sempat mengecap pendidikan hanya sampai kelas 4 SD, beragam profesi telah beliau tekuni dari mulai buruh di pasar Agam luar hingga pembicara yang diundang dalam banyak seminar,baik diluar maupun didalam negeri.
Seperti yang dikatakan diatas, Da Mai bukanlah lulusan pertanian yang mengerti semua nama ilmiah dari berbagai macam tanaman pangan tapi beliau dikenal sebagai pendekar yang mensejahterakan petani melalui program pertaniannya. Da Mai pun bukanlah ahli ekonomi atau keuangan lulusan Oxford University namun sekarang beliau adalah direktur dari Bank Petani yang memiliki ratusan cabang di Sumatera Barat.
Pada sesi kali ini, Da Mai sendiri menekankan pentingnya organisasi dikalangan muda. Da Mai menunjukkan sejumlah alasan kuat bagaimana kita bisa membangun masa depan kita melalui organisasi. Salah satunya melalui publik speaking, networking dan organisation skill yang di ajarkan di tiap organisasi.
Da Mai, seseorang yang sangat kreatif baik dalam berpikir maupun bertindak. Beliau mengibartkan kita sebagai Social Entreprenuer, atau pengusaha sosial. Pengusaha sosial tidak sama dengan pekerja sosial, sama seperti pengusaha lainnya pengusaha sosial melihat opportunity dari masalah yang terjadi di masyarakat dan mengganggapnya sebagai peluang. Peluang dalam artian, kita mampu menadapatkan profit begitu juga dengan masyarakat.
Social entreprenuer khusunya kalangan muda , adalah mereka yang berinvestasi terhadap tata nilai yang berkembang di masyarakat, yang mempengaruhi masyarakat banyak. Mereka memperbaiki dan mengadakan inovasi pada sistem tata nilai, agar dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. kuncinya adalah "jangan pernah berhenti untuk berinovasi".
Pada akir sesi Da Mai bertanya kepada member dan delagates yang ada diruang konfrences,
" kawan-kawan mengerti apa yang saya sampaikan dari tadi?"
sontak seluruh yang ada menjawab, "mengerti"
Lalu dengan mengancungkan tinju dan berapi-api Da Mai berkata
"Oke, kalo kalian semua mengerti saya akan tunggu 6 bulan lagi.
Apa yang akan kalian buat untuk masyarakat kita?"